Artikel
- Detail
- Dilihat: 703
Novel itu diberi judul : I M P E R I U M
Oleh : Achmad Peten Sili (15 April 2019)
Ketertarikanku pada novel karya Robert Harris ini, bukan pada soal pergolakan sistem pemerintahan Republik vs Kerajaan ala Romawi ataupun legenda cinta Julius Caesar dan Cleopatra, tetapi lebih kepada seorg CICERO, yang mengasah Kapasitas Filsafat dan Kemahiran dalam berorasi dimasa muda, yg mengantarkanya pada kemampuan untuk melakukan pembelaan pada hak-hak warga negara di dunia Hukum dan Peradilan dengan sangat sempurna, dan berakhir pada keberhasilannya memegang Kendali Kekuasan Tertinggi.
Tak terhitung pembelaannya pada rakyat, tetapi itu sama sekali tidak cukup, diperlukan Keberanian dan Kepercayaan diri yg tinggi. Beberapa cuplikan menarik dlm novel tersebut diperlihatkan Cicero. "Kadang-kadang, jika kita menemui jalan buntu dalam politik, yang harus dilakukan adalah memulai pertempuran, sekalipun kita tidak tahu cara memenanginya. Karena hanya saat pertempuran berlangsung, dan segalanya bergerak, kita bisa berharap menemukan jalan keluar..."
Tentang dagangan suara dalam pemilihan, Cicero dengan lantang bersuara, "Warga yang tidak jujur harus diingatkan bahwa Hak pilih adalah amanat suci, bukan kupon yg dapat diuangkan...". Tetapi kecaman harus lebih dialamatkan pada para pemberi suap itu, ketimbang orang-orang malang yang tergoda dengan rayuan.
Akhirnya kita sampai diujung cerita. Jika Mimpi Buruk Para Politikus adalah Adanya Keharusan Berkata Jujur, lantas bagaimana dengan Mimpimu sebagai Warga Negara...?
